Ritual Prapatan Gunung Buthak Lestarikan Alam dan Tradisi

  • Bagikan
Img 20250831 220534

Pesanggrahan, Jejakjurnalis.com,- Ritual Prapatan Gunung Buthak membuka lembar baru bagi para penjelajah alam. Sabtu pagi (31/8/2025), jalur pendakian yang biasanya lengang mendadak ramai oleh warga desa, perangkat, hingga komunitas ojek hutan.

Bukan untuk menaklukkan puncak, melainkan menggelar selamatan di sumber air yang keramat. Dari titik vital itulah, doa-doa dipanjatkan agar para pendaki mendapatkan keselamatan dan Gunung Buthak tetap terjaga keasrian dan keindahannya.

Suasana Sakral di Sumber Air

Kabut tipis menyelimuti pepohonan pinus ketika puluhan warga berkumpul. Di tengah dinginnya udara, aroma kemenyan bercampur dengan wangi tanah basah.

Sumber air yang mengalir jernih menjadi pusat ritual, tempat warga meletakkan sesaji dan tumpeng. Bagi masyarakat sekitar, air bukan hanya kebutuhan hidup, melainkan juga simbol keseimbangan yang harus dijaga.

Ritual Prapatan Gunung Buthak membuka lembar baru bagi para penjelajah alam.
Ritual Prapatan Gunung Buthak membuka lembar baru bagi para penjelajah alam.

Tidak kurang dari 50 orang ikut serta dalam ritual ini. Mereka terdiri dari perangkat desa, petugas Manggala Agni, hingga paguyuban ojek yang setiap hari melintasi jalur hutan.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu memperlihatkan bahwa Prapatan bukan sekadar upacara adat, melainkan momentum kebersamaan menjaga alam.

Pesan dari Ketua LMDH

Ketua LMDH Wana Tani Pesanggrahan, Ahmad Saifudin, menegaskan makna syukur dalam prosesi ini. “Sedaya punika atas paringaning Allah SWT. Kita bersyukur, alam yang ayu ini bisa dinikmati bersama. Kami juga ngajeni para leluhur yang telah menjaga tempat ini,” ucapnya.

Baca juga: Ngopi Bareng Satukan Warga Cemandi Lewat Dialog Kebangsaan

Bagi warga, ritual Prapatan adalah warisan yang tidak boleh hilang. Di balik doa-doa yang terucap, tersimpan pesan kuat tentang penghormatan terhadap leluhur sekaligus kesadaran menjaga hutan dari kerusakan.

Kabar Gembira Bagi Pendaki

Selain ritual, informasi yang dinanti para pecinta alam juga diumumkan. Jalur pendakian Gunung Panderman sudah resmi dibuka sejak Sabtu malam.

Sementara jalur Gunung Buthak masih dalam tahap pemasangan rambu-rambu keselamatan. “Insyaallah rencananya Kamis, tanggal 4 Agustus Gunung Buthak dibuka untuk pendakian,” jelas Ahmad Saifudin.

Mendaki dengan Adab dan Kearifan

Pengelola berpesan agar pendaki yang datang tidak hanya mengejar puncak. Mereka diminta untuk menjaga adab, mematuhi aturan, dan menghormati kearifan lokal.

Dengan begitu, setiap langkah pendakian di Gunung Buthak akan menjadi perjalanan penuh makna, dan bukan hanya menaklukkan alam, tetapi juga merawatnya agar tetap lestari.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan