Meski Tinggal di Wilayah Kota, Sejumlah Warga Aceh Tamiang Ungkap Kesulitan Air Minum

  • Bagikan
Warga di wilayah kota Kabupaten Aceh Tamiang mengeluhkan krisis air minum pasca banjir bandang. Meski keadaan membaik, bantuan air minum justru menurun. Mereka kesulitan membeli air karena banyak toko belum buka. Simak laporan lengkapnya.
Bukan hanya di pelosok! Warga di area kota Aceh Tamiang justru mengungkap krisis air minum yang mereka alami pasca banjir bandang. "Air aja kami di sini nggak dikasih galonnya," keluh seorang warga. Bantuan disebut mulai menurun dan toko-toko belum beroperasi.

ACEH, Jejakjurnalis.com – Upaya penyaluran bantuan masih terus dilakukan oleh relawan dan pemerintah kepada warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Salah satunya di Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan salah satu wilayah terdampak parah saat banjir datang.

Meski keadaan di kota sudah lebih baik, rupanya warga masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air minum.

Sebut Bantuan Air Minum Mulai Berkurang

Sejumlah warga di Aceh Tamiang mengungkapkan saat ini mereka mengalami krisis air minum.

Hal tersebut terungkap dalam unggahan akun Instagram @amienashal pada Minggu, 4 Januari 2025.

“Dulu kebutuhan ini banyak yang bantu, tapi sekarang sudah mulai jarang,” tulisnya di kolom caption.

Dalam video tersebut, pemilik akun tengah membagikan masker kepada warga yang sedang berkumpul di pinggir jalan Aceh Tamiang.

Tak disangka, saat datang menghampiri dengan memberikan masker, salah satu warga bertanya apakah mereka membawa air minum.

“Udah langka kali Aqua sekarang. Air minum kami nggak ada,” ujar salah satu warga.

“Air aja kami di sini nggak dikasih galonnya. Sementara kami di sini ada 4 Kepala Keluarga,” lanjut warga lainnya.

Belum Ada Toko yang Buka, Bantuan Air Banyak ke Pelosok

Salah satu warga lainnya menambahkan bahwa masih banyak toko yang belum buka, jadi tak bisa membeli air minum untuk dikonsumsi.

“Kami air yang krisis. Beli belum ada yang buka kedai,” tambahnya.

Ia mengatakan dulu banyak orang yang melintas mampir untuk memberi bantuan air minum, tapi sekarang sudah berkurang.

“Dulu banyak orang-orang motoran dikasih, sekarang udah kurang bantuan airnya. Sekarang nggak ada lagi,” imbuhnya.

Warga tersebut membenarkan bahwa sekarang ini banyak bantuan air minum yang dikirim ke pelosok dan daerah kota sudah tidak mendapatkannya lagi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!