Profile Roihatu Jannah, Perjuangkan Keadilan & Kesejahteraan Masyarakat

  • Bagikan

Malang ( Jejakjurnalis.com ) – Pesta demokrasi khususnya pemilu legislatif ini kali terasa semarak. Pasalnya caleg – caleg (calon legislatif-red) muda banyak bermunculan untuk turut meramaikan kontestasi baik di tingkat pusat, propinsi, maupun kabupaten/kota.

Seperti halnya Roihatu Jannah, S.H perempuan 27 tahun, ‘putra daerah’ asli Kabupaten Malang yang juga turut serta dalam kontestasi pemilu legislatif di tingkat daerah saat ini.

Berangkat dari kepedulian dengan mengangkat serta memperjuangkan keadilan serta perekonomian kreatif khususnya di wilayah Kabupaten Malang, Caleg milenial ini yakin akan mampu meraih simpati serta kepercayaan masyarakat, sehingga nantinya dapat duduk sebagai Anggota DPRD di periode 2024 mendatang.

“Saya merasa masyarakat Kabupaten Malang memiliki banyak potensi – potensi untuk dapat dikembangkan khususnya dalam sektor perekonomian kreatif, serta sebagai anggota LBH Malang saya juga merasa prihatin dengan adanya perkara – perkara hukum yang menjerat kalangan muda mulai narkoba, pinjol, maupun kriminalitas – kriminalitas lainnya. Untuk itu pendampingan serta pemahaman – pemahaman hukum bagi masyarakat juga perlu digalakkan agar menekan angka kriminalitas itu sendiri dan para generasi penerus tidak sampai terjerat permasalahan hukum, jelas Alumnus Fakultas Hukum Universitas Kanjuruhan ini.

Berangkat dari partai PDI-P dengan nomor urut 5 wilayah daerah pemilihan kecamatan Pakisaji, Ngajum, Wonosari, Kromengan, Sumberpucung, dan Kalipare,perempuan yang juga anggota ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) ini jauh sebelum pesta demokrasi dimulai sudah aktif melakukan pendampingan – pendampingan masyarakat baik dari sektor perekonomian kreatif maupun pendampingan serta penyuluhan hukum dan juga sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Malang.

Caleg muda ini juga berharap agar masyarakat nantinya pandai – pandai serta selektif dalam menyalurkan hak suaranya baik dalam Pilpres maupun Pileg, tidak asal pilih terlebih sudah saatnya masyarakat sadar dan menggunakan akal sehat.

“Saya harap masyarakat lebih cerdas dalam memilih, setidaknya pilihlah wakilmu yang memang benar – benar diketahui latar belakangnya, serta hindarilah money politik, karena apabila kita memilih hanya ‘berdasarkan uang’ maka siap – siaplah aspirasi masyarakat kedepannya tidak akan terwakili karena suaranya telah dibeli pada saat masa – masa kampanye. Dan akhir kata saya pribadi memohon do’a restu serta dukungan masyarakat dengan keridho’annya untuk diri saya nantinya dapat berjuang mewakili masyarakat Kabupaten Malang di parlemen, imbuh Advokat perempuan ini.

Adapun selain berangkat dari rasa kepedulian terhadap masyarakat, Ibu satu orang anak ini turut andil dalam kontestasi politik yakni juga atas dasar keterwakilan 30% kuota perempuan di parlemen nantinya. (red)

  • Bagikan